Gusti Zaleha lahir pada thn. 1880 di Muara Lawung,onderdistrick Laung dan Tuhup, termasuk wilayah Districk Becompaij Dousson, onderafdeeling Barito,Afdeeling Dousson Landeen( Tanah Dusun),Karesidenan Borneo bagian Selatan dan Timur.Sekarang berada di wilayah kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya,Kalimantan Tengah. Gusti Zaleha sejak lahir telah ikut merasakan pahit getirnya perjuangan melawan penjajah. Dia lahir saat ayahnya,Gusti Muhammad Seman,membangun kekuatan perjuangan dan ikut menyaksikan pertempuran.Gusti Zaleha, semasa bayi sering dibawa lari memasuki hutan belantara selama pertempuran.Ia dibuaikan oleh ibunya dgn sehelai kain sarung yg digantung pada dahan² pohon,bila musuh datang menyerang,tali ayunan dgn mudah segera dipotong dan bayi Gusti Zaleha diselamatkan ke gunung² atau hutan sekitar yg dianggap aman. Menjelang usia remaja Gusti,Gusti Zaleha sudah memahami betapa berat perjuangan keluarganya untuk melawan penjajah Belanda. Pada masa ini,dia banyak diajarkan berbagai ketrampilan,tidak hanya ilmu agama yg memang sudah diajarkan sejak masih kecil, tetapi berbagai ketrampilan bela diri dan juga ilmu kebatinan,hal ini tidak hanya diperoleh dari orang tuanya,tapi juga dari suku dayak yg memang tangguh dan mahir dlm ilmu bela diri dan ilmu kebatinan. Kemudian Gusti Zaleha bergabung sebagai prajurit bersama beberapa suku Dayak, seperti suku Dusun,suku Ngaju,suku Siang,suku Kayan,Kenyah dll,mereka membangun benteng pertahanan di daerah tepi sungai Menawing dan tambang batubara Oranje Nassau. Gusti Zaleha dan sahabatnya,Bulan Jihad,dgn dibantu perempuan pejuang lain seperti Illen Masidah,Nyai Cakrawati dll. memimpin prajurit perempuan.di sela² pertempuran mereka juga mengajarkan baca tulis(arab melayu),ilmu agama kepada anak²,mereka juga memberi penyuluhan kepada kaum wanita tentang peranan wanita di dalam perjuangan,ilmu agama dan ilmu pengetahuan lain. Thn 1901 perang hebat kembali berkobar (dikenal dgn perang Amuk Barito),Gusti Muhammad Seman,Gusti Zaleha beserta suaminya,Gusti Muhammad Arsyad,dan dibantu sahabatnya Bulan Jihad memimpin pasukan menghadapi Belanda yg mengirimkan lebih dar 3000,pasukan marsose yg dikenal kejam.sehingga pada thn 1904 Belanda berhasil mengepung dan menangkap Gusti Muhammad Seman,suami Gusti Zaleha,dan mengasingkannya ke Buitenzorg(Bogor) pada tgl 1Agustus 1904. Pada tahun 1905,dalam pertempuran yg tidak seimbang itu,Belanda menyerang dan berhasil menghancurka benteng Menawing,banyak pejuang yg gugur dan ditangkap Belanda. Sementara Gusti Muhammad Seman sendiri gugur,tetapi sebelum wafat,Gusti Muhammad Seman sempat menyerahkan cincin kerajaan sebagai tanda penyerahan kekuasaan kesultanan dan pimpinan perang kepada Gusti Zaleha.Selanjutnya Gusti Zaleha bersama Bulan Jihad diikuti sisa² prajurit menyingkir ke dalam hutan,mereka melakukan perlawanan secara gerilya dari dalam hutan.Belanda masih terus berusaha mengejar,Gusti Zaleha bergerak ke daerah Lahei selanjutnya ke Mia di tepi sungai Teweh.Hingga pada sutu serangan besar²an,Belanda membakar hutan tempat persembunyian Gusti Zaleha dan dijadikan lautan api.Gusti Zaleha dan Bulan Jihad beserta prajuritnya keluar menyelamatkan diri sembari melakukan perlawanan,rambut Gusti Zaleha yg cukup panjang dan disanggul rapi putus diterjang peluru.lengannya yg kiri ditembus pula oleh peluru.namun sekalipun dgn badan bersimbah darah akibat luka dan pakaian compang camping Gusti Zaleha masih bisa meloloskan diri. Hingga pada awal thn 1906 Belanda berhasil mengepung dan menangkap Gusti Zaleha di tempat persembunyian di rumah salah satu penduduk.Konon,pemilik rumah tersebut telah bersekongkol dgn Belanda.Kondisi fisik yg lemah akibat luka² dan bekas tembakan memaksa Gusti Zaleha menyerah,sementara Bulan Jihad berhasil meloloskan diri masuk ke dalam hutan.Gusti Zaleha kemudian ditangkap, dan diasingkan ke Buitenzorg(Bogor) menyusul suaminya. Dengan tertangkapnya Gusti Zaleha,Belanda menyatakan perang Banjar yg dimulai thn 1859 telah berakhir,dan selanjutnya dgn leluasa mereka menjajah bumi Kalimantan.
Silaturahmi tersebut diadakan di sekretariat mpw. Kalimantan Barat Jalan Imam Bonjol gang Martapura kota Pontianak, dalam pertemuan tersebut banyak yang dibahas pertama yaitu perkembangan Majelis persaudaraan Urang Banjar Indonesia bagaimana menciptakan kegiatan kegiatan yang dapat menarik wisatawan lokal dan luar, diantara kegiatan tersebut membuat even Anang dan Galuh, Melayu mempunyai bujang dan dara, mengapa Banjar tidak menampilkan Anang dan Galuh budaya Banjar yang sejak turun temurun, dan membahas tentang kinerja DPD Kota Pontianak yang belum ada perkembangan dalam beberapa tahun terakhir ini, pada pertemuan tersebut menyimpulkan Banjar harus bisa terangkat di Kalimantan Barat, sudah lama budaya Banjar ini tenggelam dan sekarang dengan melalui Majelis Persaudaraan Urang Indonesia yang berpusat di Kalimantan Barat, harus bangkitkan adat istiadat dan budaya serta perekonomiannya, kita sudah sangat tertinggal dari suku suku yang lain terutama masalah ekonomi dan budaya, demikianlah isi pertemuan tersebut, dan ada sambutan ketum mpub Indonesia yang sangat semarak dan memberi semangat kepada anggota dpw Kalbar untuk memajukan majelis ini kedepan, dan MPub Indonesia dengan melalui tangan ketum dan sekjen, menyerahkan cinderamata kepada tokoh Mpub Indonesia yaitu Bapak Syafarudin Daeng Usman, S.PD.SH.MH berupa foto sebagai ungkapan kami, bahwa majelis ini memerlukan tokoh panutan sebagai bimbingan untuk memajukan majelis ini kedepan, nasehat, dan ide ide Sidin sangatlah kami perlukan dalam mengayuh secara BAIMBAI, dalam memajukan majelis Banjar ini.
Cinderamata Mpub Indonesia kepada Bapak Syafarudin Daeng Usman,S.PD. SH. MH di sekretariat mpw. Kalimantan Barat, Majelis Persaudaraan Urang Banjar Indonesia.Sesi foto bersama pengurus dan anggota MPW. Pub Kalimantan Barat. Pada tanggal 21 September 2024Pemasangan plang nama sekretariat MPW. PUBI KALIMANTAN BARAT
Dengan terbentuknya Pengurus wilayah Kalimantan Barat maka Majelis Persaudaraan Urang Banjar Indonesia sudah mendapatkan tempat yang khusus berdirinya Majelis ini,
Pengurus Wilayah Kalimantan Barat adalah pos utama atau disebut pos induk Majelis Persaudaraan Urang Banjar Indonesia,
Rapat pembentukan Pengurus wilayah Kalimantan Barat pada tanggal 08 September 2024 di sekretariat pusat mpub Indonesia,
Dalam rapat pembentukan PW Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh pp mpub Indonesia berjalan lancar dan hikmat dan mendapat pencerahan dan bimbingan oleh sejarawan dari Toko Kalimantan Barat yaitu Bapak Syafarudin daeng Usman, S.Pd.SH. MH. Alhamdulillah dengan pemaparan sejarah Banjar datang dikalimantan barat, adalah menambah wawasan kami untuk kuat dalam membesarkan Majelis Persaudaraan Urang Banjar Indonesia di Kalimantan Barat ini,
Rumah ada Banjar yang pertama di Kalimantan Barat yang terletak di kabupaten landak, Ini awal mulanya urang urang Banjar datang ke Kalimantan Barat khususnya daerah landak
Urang Banjar datang ke Kalimantan Barat waktu itu adalah pekerja, mendulang intan, mereka berdiam, membuat rumah di daerah landak dan sedikit demi sedikit mereka keluar dari daerah landak untuk mencari tempat baru diwilayah Kalimantan Barat, ada yang ke pontianak, ke Ketapang,dan daerah lainnya di Kalimantan Barat, dan sampai saat ini urang Banjar sudah banyak bermukim di daerah kalbar, dan banyak urang Banjar yang bermukim di daerah kalbar lupa asal usulnya, sehingga mereka menyebut dirinya sampai saat ini suku Melayu,
Urang Banjar sedang melebur intan didaerah landak Kalimantan Barat, Session foto bersama di sekretariat Mpw. Pub Kalimantan Barat,
Demang Lehman yang bergelar Adhipattie Mangko Nagara (Adipati Mangku Negara),(lahir di Martapura tahun 1832. (meninggal di Martapura tanggal 27 Februari 1864 pada umur 32 tahun) adalah salah seorang panglima perang dalam Perang Banjar. Dia terlahir dengan nama Idris, Gelar Kiai Demang merupakan gelar untuk pejabat yang memegang sebuah lalawangan (distrik) di Kesultanan Banjar. Demang Lehman semula merupakan seorang panakawan (ajudan) dari Pangeran Hidayatullah II sejak tahun 1857. Oleh karena kesetiaan dan kecakapannya dan besarnya jasa sebagai panakawan dari Pangeran Hidayatullah II, dia diangkat menjadi Kiai sebagai lalawangan/kepala Distrik Riam Kanan (tanah lungguh Pg. Hidayatullah II).,Demang Lehman memegang pusaka kasultanan Banjar yaitu Keris Singkir dan sebuah tombak bernama Kaliblah yang berasal dari Sumbawa,
Pada awal tahun 1859 Nyai Ratu Komala Sari, permaisuri almarhum Sultan Adam, telah menyerahkan surat kepada Pangeran Hidayatullah II, bahwa kesultanan Banjar diserahkan kepadanya, sesuai dengan surat wasiat Sultan Adam. Selanjutnya Pangeran Hidayat mengadakan rapat-rapat untuk menyusun kekuatan dan memberi bantuan kepada Tumenggung Abdul Jalil (Kiai Adipati Anom Dinding Raja) berupa 20 pucuk senapan. Sementara itu Pangeran Antasari dan Demang Lehman mendapat tugas yang lebih berat yaitu mengerahkan kekuatan dengan menghubungi Tumenggung Surapati dan Pambakal Sulil atau Sulaiman di daerah Barito (Tanah Dusun), Kiai Langlang, dan Syaikh Buya Yasin di daerah Tanah Laut.
Perlawanan rakyat terhadap Belanda berkobar di daerah-daerah di bawah pimpinan Pangeran Antasari yang berahsil menghimpun pasukan sebanyak 3.000 orang dan menyerbu pos-pos Belanda. Pos-pos Belanda di Martapura dan Pengaron diserang oleh pasukan Antasri pada tanggal 28 April 1859. Di samping itu, kawan-kawan seperjuangan Pangeran Antasari juga telah mengadakan penyerangan terhadap pasukan-pasukan Belanda yang dijumpai. Pada saat pangeran Antasari mengepung benteng Belanda di Pengaron, Kiai Demang Lehman dengan pasukannya telah bergerak disekitar Riam Kiwa dan mengancam benteng Belanda di Pengaron. Bersama-sama dengan Haji Nasrun, pada tanggal 30 Juni 1859, kiai Demang Leman menyerbu pos Belanda yang berada di istana Martapura. Dalam bulan Agustus 1859 bersama Syaikh Buya Yasin dan Kiai Langlang, Kiai Demang Lehman berhasil merebut benteng Belanda di Tabanio.
Pada tanggal 27 September 1859 pertempuran terjadi juga di benteng Gunung Lawak yang dipertahankan oleh Kiai Demang Lehman dan kawan-kawan. Dalam pertempuran ini kekuatan pasukan Kiai Demang Leman ternyata lebih kecil dibandingkan dengan kekuatan musuh sehingga ia terpaksa mengundurkan diri. Karena rakyat berkali-kali melakukan penyerangan gerilya, Belanda setalah beberapa waktu lamanya menduduki benteng tersebut, kemudian merusak dan meninggalkannya. Sewaktu meninggalkan benteng, pasukan Belanda mendapat serangan dari pasukan Kiai Demang Lehman yang masih aktif melakukan perang gerilya di daerah sekitarnya.
Upaya dan proses penangkapan Demang Lehman ini diungkapkan dalam Persidangan Pengadilan Demang Lehman, oleh para saksi. Mereka yang menjadi saksi adalah Brahim (Ibrahim) dan tahanan yang bernama Sambarani dan Singoprojo serta komplotannya.
Mereka mengungkapkan bahwa pada hari yang ditetapkan mereka mereka mendapat tugas khusus. Mereka telah menerima panggilan dari Kepala Wilayah Batu Licin (Syarif Hamid bin Pangeran Syarif Ali) agar melakukan segala upaya dengan tujuan untuk menangkap dan menyerahkan tersangka Demang Lehman yang berbahaya dalam kondisi hidup.
Pada sumber versi lain yang berbeda, dituliskan bahwa Demang Lehman yang merasa kecewa dengan tipu muslihat Belanda berusaha mengatur kekuatan kembali di daerah Gunung Pangkal, Negeri Batulicin, Tanah Bumbu. Waktu itu ia bersama Tumenggung Aria Pati bersembunyi di gua Gunung Pangkal dan hanya memakan daun-daunan. Oleh seorang yang bernama Pembarani diajak menginap di rumahnya.
Karena tergiur imbalan gulden dari Belanda, seseorang bernama Pembarani bekerjasama dengan Syarif Hamid Al-Idrus bin Pangeran Syarif Ali Al-Idrus dan anak buahnya yang sudah menyusuri Gunung Lintang dan Gunung Panjang untuk mencari Demang Lehman atas perintah Belanda. Demang Lehman tidak mengetahui bahwa Belanda sedang mengatur perangkap terhadapnya.
Oleh orang yang menginginkan hadiah dan tanda jasa sehabis dia melakukan salat Subuh dan dalam keadaan tidak bersenjata, dia ditangkap. Ia sempat sendirian melawan puluhan orang yang mengepungnya. Atas keberhasilan penangkapan ini Syarif Hamid bin Pangeran Syarif Ali Sebamban akan diangkat sebagai raja (Pangeran) tetap di Batulicin.
Demang Lehman digantung Belanda oleh ulah penghianat dari klan ba’alwi
Demang Lehman yang merasa kecewa dengan tipu muslihat Belanda berusaha mengatur kekuatan kembali di daerah Gunung Pangkal, negeri Batulicin, Tanah Bumbu. Waktu itu ia bersama Tumenggung Aria Pati bersembunyi di gua Gunung Pangkal dan hanya memakan daun-daunan. Oleh seorang yang bernama Pembarani diajak menginap di rumahnya. Karena tergiur imbalan gulden dari Belanda, Pembarani bekerjasama dengan Syarif Hamid Al-Idrus bin Pangeran Syarif Ali Al-Idrus Sabamban dan anak buahnya yang sudah menyusuri Gunung Lintang dan Gunung Panjang untuk mencari Demang Lehman atas perintah Belanda. Demang Lehman tidak mengetahui bahwa Belanda sedang mengatur perangkap terhadapnya. Oleh orang yang menginginkan hadiah dan tanda jasa sehabis dia melakukan salat Subuh dan dalam keadaan tidak bersenjata, dia ditangkap. Ia sempat sendirian melawan puluhan orang yang mengepungnya. Atas keberhasilan penangkapan ini Syarif Hamid akan diangkat sebagai raja tetap di Batulicin. Kemudian Demang Lehman diangkut ke Martapura. Pemerintah Belanda menetapkan hukuman gantung terhadap pejuang yang tidak kenal kompromi ini. Dia menjalani hukuman gantung sampai mati di Martapura, sebagai pelaksanaan keputusan Pengadilan Militer Belanda tanggal 27 Februari 1864. Pejabat-pejabat militer Belanda yang menyaksikan hukuman gantung ini merasa kagum dengan ketabahannya menaiki tiang gantungan tanpa mata ditutup.Urat mukanya tidak berubah menunjukkan ketabahan yang luar biasa. Tiada ada satu keluarganyapun yang menyaksikannya dan tidak ada keluarga yang menyambut mayatnya. Setelah selesai digantung dan mati, kepalanya dipotong oleh Belanda dan dibawa oleh Konservator Rijksmuseum van Volkenkunde Leiden. Kepala Demang Lehman disimpan di Museum Leiden di Negeri Belanda, sehingga mayatnya dimakamkan tanpa kepala.
Pemasangan baleho MPUB Indonesia disimpang Tanjung Raya, tepatnya arah Tol KAPUAS 1, titik pusat Markas Mpub Indonesia dan Pusat Pontianak serta Ibu kota Kalimantan BaratRapat tertutup para petinggi MPUB Indonesia dalam menyikapi arah Majelis ini dlm masa Pilkada dan Pilwako Kalimantan Barat, khususnya kota Pontianak Pemasangan Baleho Mpub Indonesia di simpang empat arah jalan Gusti Mahmud atau disebut Siantan. Arah Tepatnya Tol LANDAK kota Pontianak.
Pertemua para petinggi majelis persaudaraan urang Banjar Indonesia dalam rangka menyikap tentang Pilwako Kota Pontianak, dikediaman rumah Pak Mulyadi ketua DPD Kota Pontianak, 6 Agustus 2024
KUNJUNGAN MPUBI KEPADA KESULTANAN BANJAR, YANG DIWAKILKAN OLEG PENGAWAS UMUM GURU MULKANI ALBANJARIE DAN TIM DALAM RANGKA MEMINTA IJIN KEPADA KESULTANAN BANJAR ATAS BERDIRINYA MPUBI DIBAWA NAUNGAN KESULTANAN BANJAR,
SILSILAH RIWAYAT SINGKAT DARI: GUSTI HADIJAH, SYEKH HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH AL BANJARI / DATUK ABULUNG DAN JURIAT KETURUNAN DARI SAUDARA KANDUNGNYA YANG BERNAMA DIPATI JAYA NEGARA – KESULTANAN BANJAR, MARTAPURA.
Haji Abdul Hamid Wali Allah Al Banjari / Datuk Abulung (Asli Putra Banjar, Martapura) terlahir dari seorang Ibu yang bernama GUSTI DAYANG JULAK (Panggilan untuk anak Prempuan yang tertua – Asli keturunan dari bangsawan kerajaan Banjar) terdiri dari 3 bersaudara, yaitu:
1. GUSTI HADIJAH [Juriat keturunannya di Banjar Kal-Sel, dll].
2. H. ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG.
3. DIPATI JAYA NEGARA.
Ad. 1. GUSTI HADIJAH.
Ad. 2.HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG.
SEKILAS RIWAYAT SILSILAH DAN PENGARUH H. ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG DI DUNIA ISLAM:
Dalam catatan silsilah keluarga yang kami miliki yang usia dari catatan silsilah tersebut sudah berusia sekitar ± 148 tahun [1432 H – 1284 H = 148 tahun yang silam]. Bahwa sebagai tolak ukuran pendekatan waktu tahun 1284 H [1863 M] ialah tahun dari salah satu tahun “Penambahan Pasal-Pasal Undang-undang Adat Kerajaan Sintang dari 32 Pasal menjadi 67 Pasal pada masa Pemerintahan Penembahan Ade Abdurrasyid Kesuma Negara I [1855-1889] yaitu tepatnya pada Empat Belas Hari Bulan Rabiu’ul Awal 1284 H. Dan di syahkan oleh Menteri-menteri Kerajaan Sintang. Salah satu Menteri Kerajaan Sintang yang turut mengesyahkan Undang-undang tersebut ialah: PANGERAN LAKSEMANA II SEPAUK ADE ZAINAL ABIDIN ALS. ADE INAL BIN PANGERAN LAKSEMANA I SEPAUK ABANG ABU TALIB.
Dalam hal ini perlu ada penelusuran yang didukung oleh bukti-bukti dan fakta sejarah mengingat rentang waktu dari akhir masa hidup HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG dengan pembuatan catatan silsilah keluarga yang dibuat pada masa hidup YA’ BUJANG Bin NANANG MAS’ULUDIN ALS. NANANG SYAMSUDDIN Bin ANDIN MUHAMMAD TUDIN ketika itu, rentang waktunya sekitar ± 75 tahun [223 – 148 = 75 tahun].
Pangeran Laksemana II Sepauk Ade Zainal Abidin Als. Ade Inal ialah saudara kandung dari DAYANG REKUAN.
DAYANG REKUAN bersuamikan YA’ BUJANG BIN NANANG MAS’ULUDIN ALS. NANANG SYAMSUDDIN BIN ANDIN MUHAMMAD TUDIN BIN DIPATI JAYA NEGARA – KERAJAAN BANJAR.
Karena beberapa lembar halaman dari silsilah keluarga tersebut sudah banyak yang rusak bahkan terputus hilang sehingga tidak ditemui penanggalan sewaktu dibuatnya silsilah tersebut, maka angka tahun 1284 H [1863 M] tersebut saya gunakan untuk tolak ukur pendekatan waktu / masa yang se-zaman ketika itu.
PENGARUH HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG DI DUNIA ISLAM:
Bahwa sekitar ± 223 tahun yang silam yaitu sekitar 12 Dzulhijjah 1203 H / 1788 M [2011 M-1788 M = 223 tahun] telah terjadi tragedi kecelakaan sejarah dijatuhkan Vonis dan Eksekusi mati oleh Pemerintahan Kerajaan Banjar dimasa berkuasanya Sultan Tahmidullah II kepada HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG sehubungan dengan ajaran TASHAWWUF WAHDATUL WUJUD – NYAyang mengejutkan dan mengemparkan dunia Islam yang pengaruhnya sangat besar ketika itu. Ia menyatakan bahwa Syari’at yang diajarkan pada masanya adalah kulit dan belum sampai kepada haqiqat dan menyatakan statemen baru bahwa “TIADA YANG MAUJUD MELAINKAN HANYA DIA, TIADA AKU MELAINKAN DIA, DIA-LAH AKU DAN AKU ADALAH DIA”.
Paham hululini yang sebelumnya sekitar 1088 tahun yang silam sudah pernah di utarakan oleh Husein Ibnu Manshur bin Muhammad Al Hallaj [lahir: 244 H / 858 M s/d 923 M] yang dari lidahnya tergelincir (menzakhirkan) suatu kata-kata kejutan yang tidak dibenarkan oleh hukum (syara) hal mana merupakan suatu bahaya musyahadah.AL-HALLAJ melafazh perkataan “TIDAK ADA YANG MAUJUD INI KECUALI UJUD ALLAH”. Musuh-musuhnya menambah keterangan yang memberatkan-nya sehingga ia dianggab sesat dan bertahun-tahun di penjara kemudian divonis dan dieksekusi mati. Mukanya berdarah, tangan dan kaki kanan-nya dipotong, sampai ke empat anggota badannya diceraikan. Namun ia tenang dan sabar tidak mengeluh dan mengadu sepatah katapun dan tak ada sepatah katapun kesakitan yang keluar dari mulutnya. Kemudian kepalanya ditundukan untuk persembahkan kepada Tuhan, yang pada akhirnya dipisahkan dari badannya oleh ALGOJO KERAJAAN yang menjalankan vonis hukuman eksekusi mati atasnya. Kemudian badannya dibakar dan abunya dilemparkan kedalam sungai DAJLAH, IRAK. Penyiksaan yang demikian dari satu pihak menimbulkan penyesalan, dan dari lain pihak mengeluarkan cinta dan kasih sayang. Kemudian pengaruh paham-paham AL-HALLAJ tersiar luas di dunia islam yang kemudian masuk kedalam kitab-kitab shufi radiyullahuanhu. Dan tersiarlah kabar bahwa AL-HALLAJ ialah seorang SUCI, seorang KERAMAT dan WALI.
Jika seorang hambalia yang sudah tahqiq benar-benar dalam maqam fana sempurna dan telah berada dalam situasi masiawallah (dalam wujud Allah semata-mata) sedangkan wujud lain tiada lagi, maka ia karam dalam lautan ketiadaan yang tiada tinggal sekali-kali hambalia, dan berbekaspun tiada lagi sebab mengenal sebenarnya diri. Dan dia telah lenyab dari dirinya sama sekali. Dalam keadaan mana hanya dalam kebaqaan Dzatullah semata-mata, sepenuhnya memandang dalam Ujud Allah Semata-mata/ kehadiran hati bersama Allah semata-mata (tiada wujud secara mutlak kecuali Allah) dan seakan-akan tidak terlihat lagi baginya segala makhluk serta lenyapnya segala yang lain / fananya segala sesuatu termasuk dirinya (tenggelam-lenyap dalam lautan hidrat Ketuhanan Ke-Esa-an Dzatullah yang sempurna) karena yang nampak terpandang ialah Hak Allah / Dzatullah yang Maha Suci (yang tinggal kekal / baqa hanya Dzatullah semata mata) kebenaran yang tertinggi yang mempunyai sifat sempurna dan Maha Agung. Dialah yang Suci Awal – Suci Akhir – Suci Zakhir – Suci Bathin yang meliputi sekalian alam ini adanya.
KetikaNAMPAK YANG QADIMmakaLENYAPLAH YANG BAHARUyang ada hanyalahSATU WUJUDialah “WUJUD ALLAH SEMATA-MATA”, yang lain sudah tiada mempunyai wujud lagi. Allah jualah yang meliputi sekalian alam ini adanya. Yang Esa hanya Allah semata-mata, yang maujud hanyalah Allah semata-mata. Dzat Allah suci awal, suci akhir, suci zakhir dan suci bathin. Diri ini tiada kuasa apa-apa, Diri ini tiada punya apa-apa, Diri ini tiada daya apa-apa, Diri ini tiada ada, Diri ini hanyalah penzakhiran wujud Allah semata-mata.ZAKHIRU RABBI WAL BATHINU ABSI – Zahir Tuhan pada hamba-Nya, ilmu haqeqat. AL INSANA MAQAMAL JAMI’A MIN ZANAN – Manusia itu tempat perhimpunan dari kenyataan-Nya. AL MUTAHARATA SYAI’IN KASRUUHURI FIL INSAN – Tiada nyata-KU pada sesuatu, seperti kenyataan-KU pada manusia (Allah menyatakan dirinya lebih nyata pada manusia).
Dalam KITAB INSANUL KAMIL, berkataABU HASAN ANNURY: “Jika aku berada pada Tuhanku, maka aku tiadalah pada diriku. Dan jika aku berada pada diriku, maka tiadalah aku pada Tuhanku”.
Kehancurannya perasaan / kesadaran atas tubuh kasar [AL-FANAUN NAFSI] ialah fana yang dicari orang Sufi. Dalam KITAB ARRISALAH AL-QUSYAIRIAH, dikatakan: “Pana seseorang dari dirinya dan dari makhluk lain, terjadi dengan hilangnya kesadaran tentang dirinya dan makhluk lain itu. Sebenarnya dirinya tetap ada dan demikian pula makhluk lainnya ada, akan tetapi tak sadar lagi pada mereka dan pada dirinya”.
AL ‘ARIFU RASSRIFU FI BACHRI LA ADAM – Orang yang Arif itu karam dalam lautan ketiadaan.HAIZA QURA NAHU BIL QADDIMU LA BAI QASSIRRU – Yang Muhammad itu apabila disertakan dengan Tadim yaitu Allah, maka tiada tinggal sekali-kali Muhammad, berbekaspun tiada lagi sebab mengenal sebenar-benarnya diri.AL- INSANNU SIRRI WA ANNA SIRRUHU – Insan itu Rahasia-Ku dan Aku pun Rahasianya. SIRRI SIFATILLAH RAAIRA DZATI – Rahasia-Ku itu Sifat-Ku dan Sifat itu tiada lain dari pada-Ku. WA FI ANFUSIKUM A FA LA TUBSIRUUN – Dan (juga) pada (dalam) diri-mu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan (melihat Aku). WA ANNAL MAUJUDU FATHABAINI TAJDIIN – Dan Aku maujud di dalam dirimu.AL INSANA MAQAMAL JAMI’A MIN ZANAN – Manusia itu tempat perhimpunan dari kenyataan-Nya. AL MUTAHARATA SYAI’IN KASRUUHURI FIL INSAN – Tiada nyata-KU pada sesuatu, seperti kenyataan-KU pada manusia (Allah menyatakan dirinya lebih nyata pada manusia). Inilah Rahasia Tuhanseru sekalian alam yang ghaib kepada Insan itu. ANNA SIRRIL INSANA SAKANAHU WAMA HAKAHU – Aku Rahasia manusia yang menggerakan-nya dan yang mendiamkan-nya. Insan itu sendiri ialah RAHASIA ALLAH, SIRR ALLAH (ANNA SIRRULLAH)nama-Nyajua yaitu DZAT ALLAH TA’ALA. Dan dari pada Allah jua nyata segala isi alam ini, dan Allah jua yang meliputi sekalian alam ini adanya.LI ANNAL HAQQIKATUL LA MAUJUDUN ILLALLAH – Bahwa tiada yang mewujud disegala haqiqat hanyalah Allah Ta’ala jua. Baqalah / kekalah Dzat Allah yang mempunyai sifat sempurna dan Maha Agung. Panalah dalam kebaqaan Allah dan lenyabnya dalam kehadiran Allah.
KALAM QADIM yang datang pada SIRR (bagian dalam pada hati dan perasaan) HANYA UNTUK DIRI SENDIRI, bukan untuk orang lain !!.
Kematian HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG ialah dipenggal leher oleh ALGOJO KERAJAAN yang menjalankan vonis hukuman eksekusi mati atasnya dengan menggunakan senjatanya sendiri sebagaimana wasiat yang disampaikannya pada Sultan Banjar, dan pada cucuran darahnya mengalir berdzikrullah membentuk kalimah syahdat dengan tulisan kalimah tauhidLAA ILAAHA ILLALLAAH.
Pengarang-pengarang pada masa sekarang ini mencari bahan-bahan pikiran yang ketinggalan dari SYEKH HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK AMBULUNGmaupun dari HUSEIN IBNU MANSHUR BIN MUHAMMAD AL HALLAJ [AL-HALLAJ]. Namun para tokoh HULUL ini mereka sudah lenyap dalam WIHDATUL WUJUD, mereka sudah fana kedalam baqa Tuhan-nya.
Adapun yang empu-Nya itu, tajali pada diri kita.LAA ILAAHA ILLALLAH – Tiada yang maujud hanya Allah Ta’ala. Allah itu Tuhan dan tempatnya lebih nyata pada insan. Adapun Muhammad itu ialah fi’il pada kita, tetapi sesungguhnya semuanya itu adalah fi’il Allah Ta’ala jua adanya. Yang dinamai sebenar-benarnya RAHASIA ALLAH ialah SIRR ALLAH (ANNA SIRRULLAH) nama-Nya jua, yaitu ZAT ALLAH TA’ALA. Dan yang menerima Rahasia Allah itu ialah INSAN KAMIL MUKAMIL(manusia sempurna). Untuk mengenal Tuhan tidak diperbolehkan dengan cara berkhayal seperti yang dilakukan oleh orang-orang kafir. Maka jangan mencari Tuhan di tempat lain. Cari pada diri sendiri. Karena lebih nyata pada diri sendiri daripada yang lain.
Yang dikatakan ALLAH (nama Tuhan) itu apa ? yaitu: HUWAL AWWALU WAL AKHIRU WAL ZAKHIRU WAL BATHIN, WA HUWA BI KULLI SYAI’IN ‘ALIM – Dia -lah yang Awal, yang Akhir yang Zakhir dan yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (Q.S. Al – Hadid, Ayat: 3). Maknanya Allah jua yang meliputi sekalian alam ini adanya. LI ANNAL HAQQIKATUL LA MAUJUDUN ILLALLAH– Tiada yang mewujud di segala haqiqat hanyalah Allah jua. Sifat wujud hanya dimiliki oleh Allah SWT, yang lain tiada ada. Kita harus yakin adanya Dzat Allah.Dan dari pada Allah jua nyatanya segala isi alam ini. Hanyalah Tuhan: HU – ALLAH (DIA ALLAH).
DIKATAKAN TUHAN ITU HIDUP (DZAT YANG HIDUP), DAN TIADA YANG HIDUP SELAIN ALLAH SWT. ITULAH YANG BERLAKU PADA INSAN.
DAN TIADA BOLEH DIKATAKAN PERKATAAN INI KEPADA ORANG YANG BELUM TAHU JALANNYA, KARENA KITA DI DALAM HUKUM ALLAH.
AL MUTAHARATA SYAI’IN KASRUUHURI FIL INSAN (Hadits Qudsi).
(Tiada nyata-KU pada sesuatu, seperti kenyataan-Ku pada manusia) Allah menyatakan dirinya lebih nyata pada manusia.
AL INSANA MAQAMAL JAMI’A MIN ZANAN (Hadits Qudsi).
Manusia itu tempat perhimpunan dari kenyataan-Nya.
AL- INSANNU SIRRI WA ANNA SIRRUHU (Hadits Qudsi).
Insan itu Rahasia-Ku dan Aku pun Rahasianya.
ANNA SIRRIL INSANA SAKANAHU WAMA HAKAHU (Hadits Qudsi).
Aku Rahasia manusia yang menggerakan-nya dan yang mendiamkan-nya.
LI ANNAL HAQQIKATUL LA MAUJUDUN ILLALLAH (Hadits Qudsi).
Bahwa tiada yang mewujud disegala haqiqat hanyalah Allah Ta’ala jua.
ANA MINALLAH WAL ALAMI MINNI (Sabda Nabi Muhammad, SAW).
Aku daripada Dzat Allah, dan alam sekalian daripada aku.
ZAHIRU RABBI WAL BATHINU ABSI(Sabda Nabi Muhammad, SAW).
Zahir Tuhan pada hamba-Nya, ilmu Haqeqat / Bathin.
Maknanya: Inilah Rahasia Tuhan (Rahasia Allah = Anna Sirrullah, yaitu Dzat Allah Ta’ala) seru sekalian alam yang ghaib kepada Insan itu.
Yang seharusnya “DI DALAM” amat berbahaya bila “DI KELUARKAN” atau diucapkan, KALAM QADIM yang datang pada SIRR [bagian dalam pada hati dan perasaan] HANYA UNTUK DIRI SENDIRI, bukan untuk orang lain !.
SABDA NABI MUHAMMAD, S.A.W. YANG ARTINYA:
Yang artinya: Jangan engkau katakan ilmu hikmah itu kepada bukan ahlinya, maka zalim engkau. Dan jangan engkau cegah kepada ahlinya. Maka zalim engkau akan mereka itu.
BERKATA ABU HURAIRAH R.A. Tentang hadis Rasulullah, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari r.a.:
Hafizhtu min Rasulillahi S.A.W. wi’a ‘aini minal ilmi faamma ahaduhuma fabayantuhu, wal akharu lau bayyantuhu laquthi ‘alil hulqumu.
Artinya: Aku menghafalkan dua macam ilmu dari Rasulullah s.a.w. Adapun satu diantaranya kuterangkan, tetapi yang satu macam lagi kalau kuterangkan akan dipotong orang leherku.
SAYYIDINA ‘ALI BIN ABI THALIB K.W. BERKATA:
Ya rabbi, jauharu ‘ilmi lau abuhu bihi, laqila li antamimman ya’budul wastna walastahalla rijalun muslimuna dami yarauna aqbaha ma ya’ tunahu husna.
Artinya: Ya Tuhanku, andai kata kutunjukan permata ilmu-ku, di katakan orang aku termasuk orang-orang penyembah berhala. Laki-laki muslim menghalalkan darah-ku, mereka menyangka apa yang kutunjukan itu adalah yang paling jelek, dan apa yang mereka perbuat itu adalah yang paling baik.
Kisah HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG(sekitar 223 tahun yang silam) dan atau AL-HALLAJ(sekitar 1088 tahun yang silam) dengan TUHANNYA adalah “kisah yang nyata terjadi di masa umat yang lalu, sebuah kisah yang jarang terdapat contoh teladannya karena mengandung peperangan antara hati dan ketakutan, antara mata dan air mata yang berlinang-linang. Orang dapat mempelajari apa yang sukar dipahami, yaitu: BAHWA CINTA TIDAK MENGENAL MAIN-MAIN DAN OLOK-OLOK” dan mempersamakannya dengan NABI ISA, As (ISA AL-MASIH) dalam TA’AYINNYA DZATULLAH dan SIFAT ALLAH(DR. Zaki Mubarak membela AL-HALLAJ dalam Kitabnya AT-Tasawwuf Al Islam, Mesir 1938).
Demikian jua yang lain banyak membela AL-HALLAJ diantaranya:
IBNU SURAIJmengatakan AL-HALLAJ hafal AL-QUR’AN, seorang alim tentang ilmu Al-Qur’an, mahir dalam ilmu FIQH, Ahli HADITS, sejarah Agama dan SUNAH NABI;
QUSYAIRI memuji-muji Al-Hallaj dalam risalahnya sebagai seorang shufi terbesar;
IMAM GHOZALI.
Pada abad XII M, SUHRAWARDI[nama lengkap-nya:UMAR BIN MUHAMMAD BIN ABDULLAH BIN MUHAMMAD SUHRAWARDI], yang dimasukan ke-dalam golongan WALI ALLAH, Ia se-orang SHUFI juga AHLI FIQHyang terkemuka dalam MADZHAB SYAFI’Iyang terkenal di IRAK – PERSIA sampai abat XVII, yang memainkan peranan penting dalam faham Tahsawwuf. Tatkala SUHRAWARDI ditanya orang untuk memilih, manakah yang cocok menurut keyakinan-nya Tashawwuf menurutAL– HALAJ atau Tashawwuf menurutAL-FARABI,dengan lain perkataan apakah Suhrawardi akan memilih filsafat ITTISAL atau teori AHLI HULUL ITTIHAD ?. SUHRAWARDI berkata: bahwa bagi-nya ITTISAL dan ITTIHAD kedua-duanya DAPAT DITERIMA.
SYEKH HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG.
Sekitar 223 tahun yang silam dijatuhkan vonis dan eksekusi mati oleh Pemerintahan Kesultanan Banjar
sekitar pada 12 Dzulhijjah 1203 H / 1788 Mdi Martapura.
Lokasi makam: Di Kampung Abulung Sungai Batang Martapura.
Hanya sebagai pendekatan waktu masa hidup se-jaman dengan SYEKH HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG saja.
Yang kononnya menurut penelitian H.A. Rasyidah disebut Syekh Abdul Al-Hamidpernah menjabat posisi strategis di Kesultanan Banjar tepatnya sebagai MUFTI.[Rasyidah: 1990].
Bahwa SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI umurnya 102 tahun [lahir: di Lok Gabang 17 Maret 1710 M / 15 Shafar 1122 H, dan wafat: di Dalam Pagar 3 Okt 1812 M / 6 Syawwal 1227 H], ialah yang menjabat sebagai MUFTI di Kesultanan Banjar di saat SYEKH HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG dijatuhkan vonis dan eksekusi mati ketika itu.
Ad. 3. DIPATI JAYA NEGARA.
DIPATI JAYA NEGARA beranakan 4 orang putra, antara lain:
1. TEMENGGUNG MARTA NEGARA.
Juriat keturunannya di banjarmasin dll.
2. PATIH JAYA NEGARA.
Juriat keturunannya di banjarmasin dll.
3. ANDIN MUHAMMAD TUDIN.
4. ANDIN MUHAMMAD (Juriat keturunannya di banjarmasin dll).
ANDIN MUHD. TUDIN beranakan, yaitu:
1. NANANG MAS’ULUDIN Als. NANANG SYAMSUDDIN.
NANANG MAS’ULUDIN Als. NANANG SYAMSUDDINberistrikan kepada UTIN ANDEPUN binti Raden Abdul Hamid bin Pangeran Marta Nata Kesuma Negara bin Pangeran Dipa Negara bin Raja Pangeran Anum Jaya Kesuma dari KERAJAAN LANDAK[Kab. Ngabang, Prov. Kalimantan Barat] beranakan 4 orang putra-putri, yaitu:
1. YA’ BUJANG.
Juriat keturunannya di Sepauk, Sintang, Pontianak dll.
2. YA’ USMAN bergelar Raden kerta Suta Yuda.
Juriat keturunannya di kerajaan landak, Pontianak dll.
3. UTIN HADIJAH bersuamikan Pangeran Suta Kesuma.
Juriat keturunannya di kerajaan landak, Pontianak dll.
4. YA’ SEMAT.
KETERANGAN:
UTIN ANDEPUN binti Raden Abdul Hamid mempunyai 10 orang saudara kandung diantaranya: 1.Pangeran Wira Guna Menteri Kerajaan Landak, 2.Utin Dja’ Intan, 3.Utin Dja’ Mantan, 4.Utin Fatima. 5.Utin Nik, 6.UTIN ANDEPUN, 7.Utin Zamrut, 8.Utin Nit, 9.Utin Djamilah, 10.Utin Lekimut.
YA’ BUJANG beristrikan:
1. Pertama ialah ………. (turunan raja Sambas) beranakan 1 orang putri, yaitu:
a. UTIN FATIMAH. (juriat keturunannya di Wilayah kerajaan Landak).
2. Istri ke: 2 ialah DAYANG EPOK, beranakan 2 orang putri, yaitu:
DAYANG REKUAN binti Pangeran Laksemana I Sepauk Abang Abu Talib bin Raja / Sultan Pangeran Ratu Ahmad Qamaruddin Ade Muhammad Noeh – Raja Kerajaan Sintang ke: 22 (1796 M -1822 M), beranakan 3 orang putra-putri yaitu:
a. DAYANG RACHMA [menikah dengan Syekh Husen bin Wan Ahmad].
b. YA’ ALI als. ABANG ALIberistrikan dengan DAYANG KENUN binti Pangeran Laksemana II Sepauk Ade Zainal Abidin bin Pangeran Laksemana I Sepauk Abang Abu Talib.
Beranakan: Ade Abu Said, Mas Hamidah Nyai Cik, Mas Chatijah Nyai Anyai, Ade Muhd. Basyah Ai Ngah Lahok, Ade Maslich.
c. YA’ UMAR beristrikan dengan Dayang Taipah binti Pangeran Laksemana II Sepauk Ade Zainal Abidin Als. Ade Inal.
Beranakan: Abang Tamir, Abang Idin, Mas Handepon Als. Ya’i Mok.
KETERANGAN:
DAYANG REKUAN mempunyai 6 orang saudara kandung, diantaranya:
Binti Raden Abdul Hamid bin Pangeran Marta Nata Kesuma Negara bin Pangeran Dipa Negara bin Raja Pangeran Anum Jaya Kesuma dari KERAJAAN LANDAK.
Beranakan
YA’ BUJANG[Kerajaan Landak].
Menikah dengan
DAYANG REKUAN
Binti ABANG ABU TALIB Pangeran Laksemana I Sepauk bin Raja / Sultan Pangeran Ratu Ahmad Qamaruddin Ade Muhammad Noeh – Raja KERAJAAN SINTANG ke: 22, berkuasa 1796 M -1822 M.
Beranakan
ABANG ALI Als. YA’ ALI [Kerajaan Sintang].
Menikah dengan.
DAYANG KENUN
Binti ADE ZAINAL ABIDIN Als. ADE INAL Pangeran Laksemana II Sepauk bin Pangeran Laksemana I Sepauk Abang Abu Talib dari KERAJAAN SINTANG. Beranakan
ADE ABU SAID Als. YA’ ABU SAID[Kerajaan Sintang].
Menikah dengan
MAS GANDARIAH
Binti ADE MUHD. MESIR bin Pangeran Temengung Setia Agama Haji Gusti Muhd. Isya bin Sultan Pangeran Ratu Adipati Muhammad Djamaludin Als. Abang Singkil Raja KERAJAAN SINTANG ke: 23 berkuasa 1822 M -1855 M.
(Keterangan: Ade Abu Said beranakan: Gusti Badaruddin, Gusti Sirajudin Als. Jenal, Mas Hadiah, Gusti Sofiyanuddin / lain ibu, dan lain lain). Beranakan
GUSTI SIRAJUDIN Als. JENAL[Sintang].
Menikah dengan
DAYANG SALBAH
Binti Abang Tamir bin Ya’ Umar bin Ya’ Bujang bin Nanang Mas’uludin Als. Nanang Syamsuddin bin Andin Muhammad Tudin. Beranakan
GUSTI SUMARMAN, SH. [Sintang].
Bersaudara 7 orang, yaitu: Almarhumah Mas Dewi Sumi Ratna; Mas Nursehan; Almarhum Gusti Abdul Hafit, Drs; Mas Harlina, Dra, M.Si; Gusti Sumarman, SH;
Almarhum Gusti Supratman; Gusti Fran Kasefo, S.Sos.
JAMAN PEMERINTAHAN SULTAN-SULTAN KERAJAAN BANJAR.
1. Pangeran Samudra / Sultan Suriansyah [1526-1545].
2. Sultan Rahmatullah Bin Sultan Suriansyah [1545-1570].
3. Sultan Hidayatullah I Bin Sultan Rahmatullah [1570-1595].
4. Sultan Musta’in Billah / Penembahan Marhum /Pangeran Kacil / Gusti KacilBin Sultan Hidayatullah I [1595-1620].
Tahun 1612 M beliau memindahkan Keraton ke Kayu Tangi Martapura, karena keraton di Kuwin hancur diserang Belanda.
5. Ratu Agung / Sultan Inayatullah Bin Sultan Musta’in Billah [1620-1637].
6. Ratu Anum / Sultan Saidullah Bin Sultan Inayatullah [1637-1642].
7. Pangeran Adipati Halid / Pangeran Tapesana/ Tahalidullah/ Rakyatullah/ Bin Sultan Musta’in Billah [1642-1660].
8. Sultan Amirullah Bagus Kasuma/ Sultan Tahlilullah/ Suria Angsa Bin Sultan Saidullah [1660-1663].
9. Pangeran Adipati Anum / Sultan Agung/ Pangeran Suryanata II Bin Sultan Inayatullah [1663-1679]. Beliau memindahkan keraton ke Banjarmasin.
10. Sultan Tahmidullah I [1679-1700].
11. Sultan Hamidullah/ Sultan Kuning Bin Sultan Amrullah [1700-1734].
12. Pangeran Tamjidullah I Bin Sultan Amirullah Bagus Kasuma [1734-1759]. Beliau Naik Tahta mengantikan Pangeran Muhammad Amirullah, anak Sultan Kuning yang belum dewasa.
13. Sultan Muhammadillah / Sultan Muhammad Aminullah Bin Sultan Kuning [1759-1761]*, Wafat: 6 Januari 1761.
14. Sultan Tahmidullah II / Pangeran Nata Dilaga Bin Sultan Tamjidullah [1761-1801]*,
Keterangan:
Sekitar pada 12 Dzulhijjah 1203 H/ 1788 M Haji Abdul Hamid Wali Allah/ Datuk Abulung dijatuhi hukuman mati di Martapura.
15. Sultan Sulaiman Al-Mutamidullah / Sultan Sulaiman Saidullah II Bin Sultan Tahmidullah II [1801-1825]*. Mengundurkan diri.
16. Sultan Adam Al- Wasik Billah Bin Sultan Sulaiman Al-Mutamidullah [1825-1857]*. Wafat: 1 November 1857.
17. Pangeran Tamjidullah / Sultan Tamjidullah II Bin Pangeran Ratu Sultan Muda Abdurrahman Bin Sultan Adam Al- Wasik Billah [3 Nov 1857-April 1859]*, Anak dari Selir.
18. Pangeran Antasari / Panembahan Amir Oedin Khalifatul Mu’mina Bin Pangeran Mashud Bin Sultan Amir Bin Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah [1859-1862]*.
19. Sultan Muhammad Seman Bin Pangeran Antasari Khalifatul Mu’mina [1862-1905]*.
Keterangan:Jika ada kekeliruan nama-nama dan tahun berkuasapara sultan / panembahan tersebut diatas mohon disesuaikan dengan data otentik bukti-bukti dan fakta-fakta sejarah yang terdapat di kesultanan banjar.
Salah satu dari lembaran halaman catatan Silsillah Keluarga tersebut memuat nama- nama diantaranya, yaitu:
PANGERAN KACIL.
NAMA LAIN DARI PANGERAN KACIL, YAITU:
Sultan Musta’in Billah / Penembahan Marhum /Pangeran Kacil / Gusti Kacil Bin Sultan Hidayatullah I.
GUSTI DAYANG JULAK [Pangilan untuk anak perempunan yang tertua] beranakan 3 orang putra-putri, yaitu:
1. GUSTI HADIJAH.
2. HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH [Datuk Abulung].
3. DIPATI JAYA NEGARA.
DIPATI JAYA NEGARA beranakan 4 orang putra, antara lain:
1. TEMENGGUNG MARTA NEGARA.
2. PATIH JAYA NEGARA.
3. ANDIN MUHAMMAD TUDIN.
4. ANDIN MUHAMMAD.
Dan lain-lainnya.
HAL YANG PERLU DITELITI DENGAN KAJIAN SEJARAH, YAITU:
Jika melihat dan atau merujuk kepada silsilah keluarga tersebut dengan penelusuran nama-nama Sultan yang memerintah di Kesultanan Bantar / Kayu Tangi, maka atas dasar itu saya simpulkan bahwa Syekh Haji Abdul Hamid Wali Allah / Datuk Abulung terlahir dari garis keturunan Sultan Musta’in Billah / Penembahan Marhum /Pangeran Kacil / Gusti KacilBin Sultan Hidayatullah I [1595-1620].Yang mana pada tahun 1612 M beliau [Pangeran Kecil] memindahkan Keraton ke Kayu Tangi Martapura, karena keraton di Kuwin hancur diserang Belanda.
Jadi Syekh Haji Abdul Hamid Wali Allah / Datuk Abulung ialah MemangAsli Putra Martapura, Kab. Banjar, Prov. Kalimantan Selatan.
[Kebenaran sejarah ini tentu harus dilakukan dengan adanya kesadaran sejarah untuk melakukan Penelusuran bukti-bukti dan fakta sejarah yang se-zaman ketika itu].
GUSTI DAYANG JULAK adalah pangilan untuk anak perempunan yang tertua. Beliau adalah ibu dari: 1.Gusti Hadijah; 2.Haji Abdul Hamid Wali Allah / Datuk Abulung; dan 3.Dipati Jaya Negara.
Perlu ditelusuri siapakah nama Asli atau nama lain dari Gusti Dayang Julak ?
[Kebenaran sejarah ini tentu harus dilakukan dengan adanya kesadaran sejarah untuk melakukan Penelusuran bukti-bukti dan fakta sejarah yang se-zaman].
Apakah Raden Jaya Negara adalah nama lain dari pada DIPATI JAYA NEGARA dan atau kedua nama tersebut adalah nama dari “Satu orang / orang-nya satu jua ?
Keterangan:
Mengingat kedua nama tersebut diatas hidup di jaman yang sama.
Penembahan Kasuma Dilaga [Versi: Wikipedia: 1717-1730] [?]. Iparnya yang bernama Raden Jaya Negara dilantik untuk menjadi PENGUASA DAERAH NAGARA.
[Kebenaran sejarah ini tentu harus dilakukan dengan adanya kesadaran sejarah untuk melakukan Penelusuran bukti-bukti dan fakta sejarah yang se-zaman yang ada di kesultanan Banjar/ Kayu Tangi ketika itu].
Hal yang perlu diperhatikan bahwa Dua orang anak dari Dipati Jaya Negara yaitu TEMENGGUNG MARTA NEGARA dan PATIH JAYA NEGARA menjadi orang penting / petinggi kerajaan di Kesultanan Banjar / Kayu Tangi ketika itu [lihat silsilah keluarga tersebut].
Dengan Munculnya Nama DIPATI JAYA NEGARA dan nama kedua anaknya yaitu TEMENGGUNG MARTA NEGARA dan PATIH JAYA NEGARA, maka hal ini akan memudahkan sebagian masyarakat banjar untuk menelusuri Riwayat HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG.
Jika Kita melihat pranan adik kandung dari HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG, yang bernama yaitu: DIPATI JAYA NEGARA berserta kedua anaknya tersebut di Kesultanan Banjar / Kayu Tangi, maka dapat dipastikan bahwa beliau [Haji Abdul Hamid Wali Allah / Datuk Abulung] pernah menjabat jabatan penting di Kesultanan Banjar dan mempunyai pengaruh yang besar di dunia Islam dan perpolitikan Kesultanan Banjar / Kayu Tangi ketika itu.
[Kebenaran sejarah ini tentu harus dilakukan dengan adanya kesadaran sejarah untuk melakukan Penelusuran yang didukung dengan bukti-bukti dan fakta sejarah yang se-zaman yang ada di kesultanan Banjar / Kayu Tangi ketika itu].
Dokumen:Silsilah keluarga Gusti Hadijah,Haji Abdul Hamid Wali Allah / Datuk Abulung, Dipati Jaya Negara.
Keterangan:
Usia dokumen Silsilah Keluarga tersebut sudah berusia sekitar ± 148 [seratus empat puluh delapan] tahun.
Dokumen Silsilah Keluarga tersebut diatas, saat ini berada pada Diri Penyusun catatan risalah (manuscripts) ini.
Alhamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah, SWT. dan dengan mengucapkan salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad, SAW. dan salam (selamat sejahtera) bagi para Rasul:
Demi kebesaran-MU “YA ALLAH DZAT LIDZ-DZATUL BUHTI” dan kebenaran RASUL- MU MUHAMMAD, SAW – SIRR ALLAH (ANNA SIRRULLAH) jadikanlah catatan risalah (manuscripts) yang singkat ini menjadi suatu karya yang mendapat limpahan karunia-Mu, rahmad-Mu, ridha-Mu dan bernilai disisi-MU.
Manusia akan BERGUNA / MULIA DI SISI ALLAH jika Ia dapat MENJAGA AMANAH RAHASIA ALLAH (lihat: Q.S. Al- Ahzab, ayat: 72) dan berusaha MENGENAL DIRI DAN ASAL DIRI. Jikalau manusia dapat mengenal diri dan asal diri, maka dengan itu pulalah ia dapat mengenal Tuhan-nya. MAN ARFA NAFSAHU FAQAD ARFA RABBAHU – Barang siapa mengenal dirinya, dia dapat mengenal Tuhan-nya.
Hal-hal yang menyangkut ILMU BATHIN tentang ilmu Ketuhanan dijelaskan dalam ILMU TASHAWWUF, dan hal-hal yang menyangkut ILMU SYARE’AT dijelaskan dalam ILMU FIQIH.
Yang benar datang dari Allah dan yang keliru – salah datang dari hamba. SemogaALLAH DZAT LIDZ – DZATUL BUHTI selalu memberikan petunjuk, melimpahkan karunia, rahmat, taufiq-hidayah dan ridha-Nya kepada kita semua. LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM – Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Semoga kisah-kisah TRAGEDI KECELAKAAN SEJARAH yang terjadi pada umat masa lalu tidak akan terulang kembali, dan menjadi pelajaran berharga bagi umat masa sekarang maupun umat masa yang akan datang.
Akhir kata: Wasalaamun ‘alal mursaliin, wal hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.
[Gusti Sumarman BinGusti Sirajudin Als. Jenal Bin Ade Abu Said Als. Ya’ Abu Said BinAbang Ali Als. Ya’ Ali Bin Ya’ Bujang Bin Nanang Mas’uludin Als. Nanang Syamsuddin Bin Andin Muhammad Tudin Bin Dipati Jaya Negara Kesultanan Banjar].
TIGA BERSAUDARA:
1. GUSTI HADIJAH [Juriat keturunannya di Banjar Kal-Sel, dll].
2. SYEKH HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG.
3. DIPATI JAYA NEGARA KESULTANAN BANJAR.
DAFTAR PUSTAKA
1. AL-QUR’AN DAN TERJEMAHAN; Cetakan ke 12; Penerbit Sinar Baru Algesindo; Bandung.
2. TERJEMAHAN DAN TAFSIR AL-QUR’AN; Penerbit Fa. Sumatra; Bandung.
3. AL-QUR’AN DAN TERJEMAHAN; Penerbit CV. Asy syifa’; Semarang.
4. ILMU FIQIH ISLAM LENGKAP; Penerbit PT. Karya Toha Putra; Semarang; 1978.
5. ABAH MASRANI (alih Bahasa); AL-IHWAN SERBA (4) Catatan Naskah – Risalah (manuscripts) yang dikutip / disalin dari warisan peninggalan Almarhum HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK AMBULUNG AL-BANJARIE, Kampung Ambulung Kabupaten Martapura Banjarmasin Kalimantan Selatan; Naskah Tidak Diterbitkan; Banjarmasin 17 Januari 1975.
6. Catatan Naskah – Risalah (manuscripts) Silsilah Keluarga SYEKH HAJI ABDUL HAMID WALI ALLAH / DATUK ABULUNG dan Juriat keturunan dari saudara kandungnya yang bernama DIPATI JAYA NEGARA (Kesultanan Banjar); Naskah Tidak Diterbitkan. Catatan Naskah – Risalah (manuscripts) bertuliskan tulisan Arab gundul / tulisan Arab-Melayu tersebut berusia sekitar 148 tahun, dan saat sekarang berada tersimpan di tangan diri penyusun buku ini (Gusti Sumarman,SH).
7. Adullah fasyik (pengarang / penyusun); Abu Bakar Dahlan (salinan / alih bahasa); Catatan Naskah – Risalah (manuscripts) yang dikutip / disalin dari kitab ALI ARIF FADILLAH.
8. Syekh M. Nafis Bin Idris Al-Banjarie; K.H. Haderanie, H.N (alih bahasa); Ilmu Ketuhanan PERMATA YANG INDAH (Ad-durrunnafis); Penerbit Nur Ilmu; Surabaya; 1200 H.Ust. Labib Mz; RAHASIA ILMU TASHAWWUF; Penerbit Bintang Usaha Jaya; Semarang; 2001.
9. N.N; Catatan Naskah – Risalah (manuscripts); Naskah Tidak Diterbitkan.
10. N.N; Catatan Naskah – Risalah (manuscripts); Naskah Tidak Diterbitkan.
11. N.N; Catatan Naskah – Risalah (manuscripts); Naskah Tidak Diterbitkan.
12. N.N; Catatan Naskah – Risalah (manuscripts); Naskah Tidak Diterbitkan.
13. K.H. Kholil Mustofa; KHASIAT ASMAUL HUSNA – SIFAT 20 DAN SHALAWAT; Penerbit Agung Media Mulia; 2008.
14. Abu Khalid, M.A; Kunci Masuk Surga Dan Kenikmatannya; Penerbit Gali Ilmu; Surabaya; 2004.
15. Ust. Labib Mz; PENCIPTAAN “NUR MUHAMMAD” SEBELUM KEJADIAN MAKHLUQ; Penerbit Bintang Usaha Jaya; Surabaya.
16. K.H. Haderanie, H.N; ILMU KETUHANAN “MA’RIFAT –MUSYAHADAH – MUKASYAFAH-MAHABBAH” 4M; Penerbit Nur Ilmu; Surabaya.
17. Ust. Labib Mz – Nur Lailah, S.Ag; 11 M MERAIH 9 M, MELEPAS 2 M LANGKAH PASTI MENUJU MA’RIFATULLAH; Penerbit Bintang Usaha Jaya; Surabaya; 2003.
18. Buya Prof. DR. Syekh H. Jalaluddin; Catatan Naskah – Risalah (manuscripts); Naskah Tidak Diterbitkan.
19. DR.Mustafa Zahri; KUNCI MEMAHAMI ILMU TASAWUF; Penerbit PT. Bina Ilmu; Surabaya; 1998.
Unknown17 Desember 2014 pukul 20.43Mohon maaf apakah anda tau sama datu saya Datu rampit palajau barabai kalsel, mempunyai anak andin angat, andin buasan, andin tahir, andin gampal, andin asin, andin adal, karang intan. Dan datu saya andin tahir mempunyai anak diyang limbar, marais, andin hanafiah, andin saman, andin fakih, andin muhibih, andin busra, mudjenah. Datu saya andin busra mempunyai anak anang acil, h.yus’a, idrus, dan riduan. Mohon untuk menghubungi saya, terimakasih..BalasBalasan
Muraya’9927 Desember 2017 pukul 03.04bujurkah pian.ulun buyut dari h marais palajau. wahini kami buhan keturunan sidin setiap tahun meadakan pertemuan.mun ada wa ato email bs hub ulun di raymonds.yasir@gmail.com
Unknown17 Februari 2015 pukul 04.05Mohon penjelasan …. Apakah ada hubungan kekerabatan antara “Andin “dengan “Rama “. sebab dalam keluarga kami ada istilah andin dan rama. Contoh kakek kami itu “Rama Ubaidillah ( abai ) bin Rama Bahru ( baru )”. Tapi ada juga juga yang menyebutnya andin. ?Balas
Unknown17 Februari 2015 pukul 04.06Mohon penjelasan …. Apakah ada hubungan kekerabatan antara “Andin “dengan “Rama “. sebab dalam keluarga kami ada istilah andin dan rama. Contoh kakek kami itu “Rama Ubaidillah ( abai ) bin Rama Bahru ( baru )”. Tapi ada juga juga yang menyebutnya andin. ?Balas
Unknown1 Maret 2015 pukul 12.23Ada beberapa keluarga Andin palajau yang memakai gelar Rama, karena dianggap setingkat dengan Andin, di barabai memang ada beberapa keluarga keturunan Rama meski belum jelas sejarahnya,,,secara umum keluarga yang mempunyai gelar rama banyak ditemukan di margasari dan rantau atau yang dahulu disebut dengan banua Ampat. Sampian ada beisi facebook kah? Kalau ada u hndk ma add..BalasBalasan
Unknown10 Maret 2015 pukul 02.08Umpat batakun dangasanaklah…. Palajau tu Barabai pintangan mana ? Kalo tutus Rama & Andin di Rantau dan sekitarnya banyak banar. Bahkan di Banjarmasin sampai Samarinda ada jua zuriat Rama Andin tu ! Pian Zuriat Rama Andin jua kah dangsanak ? facebook ulun : Kemal Pasya Al Anwar
Dakwah Muqmin8 Maret 2015 pukul 07.53bagus penjelasannya , mudah-mudahan yang membaca diberikan Allah untuk mengenal dirinya dan mengetahui asal usul dirinya , dan berlaku ilmu Allah SemataBalas
Unknown16 September 2015 pukul 17.41Aamiin … biarlah semua tenggelam kepada rahasia masing2 ….. jangan sampai celana dalam kita pasang dibadan …. baju kita pasang ditempat celana dalam ….Balas
Kegiatan kerja bakti tersebut di adakan di jalan Pramuka atau sungai rengas, paret H. Dollah yang di gagas oleh Syafarudin yang beralamat komplek Arini 5 kecamatan sungai Kakap. kabupaten kubuRaya Kalimantan Barat
Tanggal 28 Juli 2024 dikediaman Rumah Pak H. SantosoStruktur kepengurusan Cabang Pontianak Utara Majelis Persaudaraan Urang Banjar IndonesiaAdi Malauna, Ketua Pengurus Cabang Pontianak Utara Majelis Persaudaraan Urang Banjar Indonesia